Pemilu: “Lebarannya Kaum Miskin”

Berbeda dengan yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, bahwasannya hari Jumat adalah hari rayanya orang miskin, di Indonesia justru Pemilulah yang merupakan hari raya kaum miskin.

Menjelang pemilu 2009, media massa dibanjiri oleh tokoh-tokoh yang murah senyum, dermawan, cerdas, dan sebagainya. Terlepas dari topeng atau asli, anehnya fenomena ini hanya muncul sekali dalam 5 tahun. Ke mana saja orang-orang ini sebelumnya dan setelah pemilu nanti hanya dia dan Allah yang tahu.

Yang beruntung justru kaum miskin. Pada saat-saat seperti ini mereka biasanya mendapat kucuran “rezeki” baik berupa makanan ataupun uang. Sehingga tidak salah jika saya menyebutnya “Lebarannya Kaum Miskin”. Dan tentu saja tidak diperlukan peramal handal untuk mengetahui nasib mereka setelah pemilu selesai.

Seandainya Pemilu di Indonesia diselenggarakan setiap tahun, rakyat kecil pasti bahagia terus. Walaupun sudah jelas niat dari tokoh-tokoh ini. Mereka adalah orang Indonesia, sama seperti saya. Mereka tidak akan ikhlas membelanjakan harta mereka tanpa ada imbalan balik. Ya, korupsi itulah pelampiasan dari tujuan untuk “balik modal”.

1 Response to “Pemilu: “Lebarannya Kaum Miskin””


  1. 1 syamsu

    hehehe beginilah endonesa….

Post a Comment

Your email is never published nor shared. Required fields are marked *

*
*
RSS for Posts RSS for Comments