Jika Anda seorang petualang ideologi, ingin dipuja dan diikuti serta dibela oleh banyak orang, maka Anda tepat berada di Indonesia. Berikut tips dan trik untuk membuat aliran/akidah baru.
-
Carilah nama untuk aliran baru Anda. Terserah mau yang gamblang apa yang agak menipu. Misalnya, “Aliran Penyembah Babi”.
-
Susun pula sebuah Kitab Suci untuk agama baru ini. Lebih bagus lagi jika Anda puitis.
-
Daulatlah diri Anda atau kakek buyut Anda atau siapa saja sebagai Nabi. Yang jelas selain Gus Dur (Abdurrahman Wahid). Sebab jika Anda menganggap Gus Dur sebagai Nabi berarti Anda menganggap saya sebagai Tuhan, karena jelas-jelas saya lebih baik dari seorang Gus Dur. Jangan lupa untuk menambahkan nama “Al-Masih” atau apa saja yang merujuk kepada Nabi Isa AS di belakang nama Sang Nabi baru, karena semua agama mengakui bahwa suatu saat Nabi Isa AS akan turun lagi ke bumi untuk memperbaiki manusia kembali.
-
Katakan pada pengikut Anda bahwa Kitab Suci tersebut merupakan wahyu Tuhan yang diterima Sang Nabi lewat mimpi, atau ketika berada di gua, atau ketika berada di WC.
-
Jangan takut soal pengikut. Krisis ekonomi yang melanda negeri ini sejak bertahun-tahun lalu telah membuat masyarakat tak dapat berpikir logis. Dengan dana memadai, minimal sebungkus mie instant, Anda dapat menukarkan ideologi masyarakat dengan aliran baru Anda.
-
Dompenglah salah satu agama yang diakui di Indonesia untuk menghindari aturan perundang-undangan yang hanya membolehkan lima agama saja. Jika Anda memilih Islam, karena merupakan agama terbesar, gunakan nama yang berbau arab pada agama Anda, misalnya “Al-Khinziriyyah” (pengikut babi) atau “Al-Khinzir Al-Islamiyyah”.
-
Jika ditanya mengapa Anda punya kitab suci selain Al-Quran, jawablah itu hanya kumpulan mimpi.
-
Jika ada yang mengungkit-ngungkit soal Nabi baru atau Nabi palsu, jawablah bahwa ia atau Anda hanyalah “pemberi kabar gembira”, bukan Nabi. Meskipun di hati Anda tetap seorang Nabi.
-
Segeralah Anda datangi AKKBB untuk melindungi Anda dari kemarahan FPI. Tak perlu khawatir Anda akan ditanya seperti: “Kalau Anda Muslim, mengapa Anda menyembah babi? Bukankah itu bertentangan dengan Islam?” Atau ungkapan seperti: “Anda ini menodai Islam dan merusak akidah.” Mereka tak memiliki otak untuk membedakan mendoai suatu agama atau membuat agama baru.
-
Kalaupun tetap ditanyai macam-macam, katakan bahwa Anda memiliki penafsiran yang berbeda terhadap suatu kebenaran dengan para ulama. Dijamin, jawaban tersebut sudah membuat mereka puas. Dalam pandangan mereka manusia tak boleh mengklaim dirinya yang paling benar walaupun Anda tiap hari jongkok-jongkok di hadapan babi.
-
Jangan lupa datangi juga ULAMA SESAT seperti Gus Dur dan Agus Miftah. Mereka memiliki preman yang cukup banyak, yang tentu saja bodoh dan miskin, yang rela mati untuk mereka. Datangi juga orang yang dekat dengan pemerintah seperti Adnan Buyung Nasution. Tampaknya beliau sudah bosan jadi alim. Pada era reformasi (1998) Anda dapat melihat tanda sujud di keningnya walaupun kulitnya sangat hitam. Mungkin karena kulitnya tambah hitam, tanda sujud tersebut sudah tidak terlihat lagi di keningnya. Satu lagi adalah penerus mendiang Nucholis Majid, Mr. Sumbing (Uli Abshar Abdilla). Empat orang ini memiliki pengaruh yang kuat dan PASTI akan membela Anda selama aliran yang Anda buat adalah sesat, atau Anda seorang liberalis, bahkan komunis. Yang jelas, selama Anda nyeleneh, beliau-beliau inilah yang akan berada di belakang Anda.
-
Jika umat Islam kemudian marah dengan aliran Anda dan para ulama mengeluarkan fatwa sesat, tak perlu Anda merasa ketakutan. Sekelompok orang tadi akan membela Anda mati-matian. Bahkan ada yang rela tulang hidungnya patah demi membela Anda.
-
Orang sesat, mati. Orang yang tidak bertuhan, mati. Orang bertaqwa pun, mati. Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika Anda mati. Sebab, neraka jahannam telah sangat tidak sabar untuk membakar tubuh Anda bersama pengikut dan pembela Anda. Yang jelas, Anda tidak akan masuk surga. Jika Anda yang sesat masuk surga, lalu tempat saya di mana? Masa’ di Arsy?????



hahaha kocak nt ini am
babi kecap gimana???
Mo babi kecap keq, babi ngepet keq, terserah… Elu boleh nyembah siapa saja, dengan catatan hubungi Gus Dur dan konco-konconya…
gila juga nich emang,,wakakakakakakakak
ha.. ha…
banyak yg ga beres