Fenomena Ryan Si Tukang Jagal sampai saat ini masih menghiasi media massa nasional. Berbagai cerita dan sisi lain dari Ryan selalu menjadi pembicaraan hangat. Mantan teman kencannya, psikopatnya, bahkan merk cutton bud yang selalu dipakainya dijamin akan menarik perhatian penonton. Tanpa disadari di balik kisah ini ada pihak-pihak yang membonceng. Paranormal ramai-ramai menganalisa sisi mistis dari penjagalannya. Tapi itulah paranormal. Mereka akan selalu membonceng setiap peristiwa. Bahkan peristiwa feces nyembul dari lubang pantat pun bagi mereka memiliki sisi mistis di baliknya.
Yang paling jelas terlihat pemboncengannya adalah kaum yang telah memiliki sertifikat dan KTP Neraka jauh sebelum kiamat datang.
Ya, mereka adalah KAUM GAY, homoseksual, faggot, animal, whatever you named it. Seiring banyaknya tuduhan yang menggeneralisasi mereka sebagai kaum yang memiliki tingkat kecemburuan tertinggi, kaum ini ramai-ramai menampik, mengklarifikasi, sekaligus meminta pengakuan terhadap keberadaan mereka.
Jauh sebelum fenomena Ryan muncul ke permukaan, kaum yang frustasi terhadap seksualitas mereka ini sudah diakui keberaadaannya di negeri penjajah, Belanda. Atas nama Hak Asasi Manusia bersama dengan ganja dan prostitusi, gay mendapat perlindungan undang-undang. Hak Asasi ini berlaku juga untuk kebebasan beragama, selain Islam tentunya. Dalam beberapa tahun terakhir, kaum gay meminta pengakuan masyarakat Indonesia bahwa Gay Juga Manusia. (Yeah, right…). Proposal mereka ini tentu saja didukung oleh orang-orang liberal dan sekuler yang menginginkan TIDAK ADA PELARANGAN SAMA SEKALI. Tapi entah mengapa prinsip mereka tidak berlaku untuk pembunuhan. Jika mereka mau istiqomah seharusnya mereka membiarkan pembunuhan itu terjadi. Gus Dur… Gus Dur…
Haruskah kita mengakuinya? Mereka selalu mengatakan bahwa itu kodrat. Kita pun sering mendengar kata-kata seperti ini,
“Kita tidak minta koq terlahir sebagai Homo.” Atau,
“Ketika saya tidak memiliki nafsu terhadap wanita, maka saya shalat istikharah (minta petunjuk), dan Volla, this is me.”
Justru di situlah fungsi agama dan norma. Saya rasa tidak hanya Islam yang melarang homoseks. Kristen juga gitu, katolik juga gitu. “Kalau bicara kodrat, kodratnya laki-laki sama perempuan, you Jackass!” Keinginan kita yang menggebu-gebu dan tak tertahankan terhadap sesuatu tidak selamanya berarti kodrat. Saya memiliki hasrat besar untuk seks, apakah itu memberikan justifikasi bahwa saya boleh melakukannya di luar nikah? Ketika kita punya keinginan kuat untuk mencuri milik orang lain, apakah berarti kita boleh mencuri? Begitu juga ketika amarah kita memuncak dan ingin membunuh seseorang, bukan berarti kita BOLEH membunuh, kan? Jika semuanya kodrat, kenapa Ryan ditangkap? Toh itu juga hasrat dia. Di mana orang-orang liberal dan sekuler ketika Ryan dikurung? Seharusnya mereka membelanya, karena Ryan juga punya Hak Asasi untuk membunuh korbannya? Gimana Mr. Sumbing (Ulil Abshar Abdilla)?
Jika keberadaan kaum gay kita akui, saya rasa akan muncul proposal pengakuan dari komunitas lainnya. Komunitas Pencuri, Komunitas Koruptor, Aliansi Lonte, Forum Pembunuh, dan kelompok lainnya akan meminta pengakukan juga atas nama KEBEBASAN, HAK ASASI MANUSIA dan KODRAT.
“Saya gak pernah minta dilahirkan sebagai pembunuh.”
“Ketika saya gagal membeli mobil dengan jalan halal, maka saya melakukan korupsi. Saya pikir itulah jalan yang diberikan Tuhan kepada saya untuk mendapat rizkinya. Rezeki kan emang gak ke mana…”
Sangat mirip dengan kata-kata tentang gay sebelumnya, kan? Gini, Gus, kalo gak bisa pake hati, pake otak. BINATANG doang yang gak bisa pake minimal salah satu dari hati dan otaknya. Kalo gak bisa liat pake mata satu (emang enak…) pake mata hati aja…


yah,kita hidup di dunia ini klw dibilang sih ituh kodrat yah?lagian siap sih kita yg mau seperti ini contohnnya koruptor,pelacur gay atauw banci,gigolo,maling dan lain sebagainnya,yg jelas toh meraka udah berusaha untuk kembali normal satu lagi mungkin kurang di dukung dari keberadaan disisis kehidupannya atw lain sebagainnya sehingga timbulah seperti ryan ini bayangkan anda kita semua adakah yg sempuran saya pribadi ga munapik dengan yg namannya khilaf pasti semua orang pernah melakukan salah makannya di sebutlah kita ini ga ada yang sempurna kecuali allah yang maha kuasa amiennnnnnnn,ituh ajh makannya mari kita mensyukuri hidup seperti apa adannya,bt saya dan yang lainnya yg tinggal di mana pun termasuk saya yg tinggal di itur tengah khususnya mari kita jaga sikap dan perbuatan jngn samapi ada yg dirugikan makasih,ahmad denny
Pengetahuan manusia tentang perilaku homoseksual masih belum mampu menjawab pertanyaan mendasar seputar asal usul penyebabnya.
Beberapa pertanyaan seperti: apa yang menyebabkan seseorang memilih seks sesama jenis? Apakah karena faktor alami (natural), faktor lingkungan/pengasuhan (nurtural) atau faktor adialami(supranatural)? Pertanyaan mendasar tersebut hingga kini belum terjawab tuntas.
Selengkapnya silahkan mampir di:
http://gus7.wordpress.com/2008/03/17/mengapa-terjadi-perilaku-homoseksual/
wah logika macam apa itu. walo aku ga setuju gay tapi jangan asal ngomong dong. malu2in islam aja
Tak menyangka dapat banyak komentar. Mungkin akan lebih banyak lagi jika saya cepat nge-reply-nya.
Let’s talk about it, one by one…
Thanks to Mr. Ahmad Denny for the comments.
Emang benar kita manusia banyak khilaf dan lupa. Tapi kebanyakan juga dari kita menjadikan hal itu sebagai pembelaan dan pembenaran atas semua perbuatannya. Sekalinya korupsi, bilangnya khilaf. Skalinya membunuh, bilangnya nyesel. Anehnya lagi, kesalahan tersebut selalu diulang lagi pada kesempatan lain. Entah dalam bentuk kesalahan yang sama maupun dalam bentuk yang berbeda.
Jadi hendaknya kita berusaha untuk istiqomah. Kalo udah tau kita punya potensi bikin salah, jagalah diri kita jangan sampe bikin salah…
Mas Hasto nih yang bikin bingung…
Yang malu2in Islam bagian mananya, Mas? Logikanya kan udah jalan. Kalo koruptor dan pembunuh gak bisa diakui keberadaannya dengan alasan yang saya kemukakan, kenapa kita harus mengakui keberadaan gay? Kalo Mas Hasto masih belum bisa memikirkan nyambungnya di mana, dan tetap mengakui keberadaan Gay, maka justru Mas Hasto yang malu-maluin Islam karena sebegitu TOLOLNYA memikirkan logika yang sesederhana itu. Bukankah Islam itu mengajarkan kita untuk menjadi pandai dan menggunakan akal kita?
Kalo yang bikin malu Islam karena penghinaan saya terhadap kaum gay, maka yang malu bukan cuma Islam, melainkan agama-agama lain juga. Karena semua agama melarang hubungan sejenis.
Maaf kalo ada (dan pasti ada) yang kurang berkenan di hati. Cobalah gunakan otak, pasti berkenan… Gak bisa pake hati, ya pake otak…
Hehehe sayah setuju dengan mr. Qoru.
Seringnya manusia menggunakan alasan salah or khilafnya sebagai pembenaran dari yang dilakukannya. Kalo keseringan malah gak blajar lho itu namanya!
Menolak Gay, tentu saja. Wong dah jelas2 di Al Quran cuman ada dua jenis lho, pria dan wanita. Kalo soal hubungan mah saya tetap berusaha memperlakukan mereka seperti manusia yang lain. Tapi kalo soal iman, ibadah dst lebih bersikap Lakum Diynukum Waliyadin.
Itulah kenapa anakku diberi nama Lanang, karena kami berdoa semoga kelak di jamannya dimana makin banyak makhluk2 yang “setengah jadi”, dia tetap menjadi anak laki-laki yang jantan dan lanang.
yah biar aja lah kalo ada orang pengen jadi homosexual. selama mereka nggak menakiti orang lain. kalo ryan memang tukang jagal n harus dihukum mati, tapi kalo saya melihat dia sebagai gay maka it’s okay… the only thing that’s matter is just following your heart as long you don’t directly or intentionally hurt others right??? biar aja kaum homosexual menjalani hidup mereka. kita nggak usah mengganggu mereka selama mereka nggak mengganggu kita.saya mengakui eksistensi kaum homo walaupun saya 100 persen straight. homophobics suck !!! and you too abdul “dickhead” qohar!!! go queers go!!!
Jacky Punk,whatta CHILDISH name!
Apakah lonte menyakiti orang lain? Justru malah enak di semua pihak. Lantas mentang2 enak trus jd boleh? Jadi halal? Makanya gua blg sebelumnya, lu harus punya IQ yg minimal memadailah untuk bisa baca situs gua. Gak sembarang orang goblok kayak lu. Gua gak heranlah klo lu sakit hati. iyalah, guoblok!! Gua jg gk tersinggung klo lu maki apa. Karena gua lebih genius dari nyokap yg udah ngelahirin elu,ngapain tersinggung??? Peace dude… makanya gak bisa masuk hati,masukinlah ke otak. binatang kayak lu aja yg gk punya dua2nya..
wow wow.. wow… panas neh diskusinya