<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>

<channel>
	<title>abdulqohar.com</title>
	<atom:link href="http://abdulqohar.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://abdulqohar.com</link>
	<description>Talking More Louder</description>
	<pubDate>Sun, 14 Dec 2008 11:00:41 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.6</generator>
	<language>en</language>
			<item>
		<title>Ya Udah, Let&#8217;s Say They are &#8220;Manusia&#8221;!</title>
		<link>http://abdulqohar.com/2008/11/25/ya-udah-lets-say-they-are-manusia/</link>
		<comments>http://abdulqohar.com/2008/11/25/ya-udah-lets-say-they-are-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Nov 2008 09:06:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qoru</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Counter Sekular and Liberal]]></category>

		<category><![CDATA[gay]]></category>

		<category><![CDATA[high IQ]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdulqohar.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[BOSAN. Itulah yang gua rasa tiap kali buka situs gua. Banyak banget tanggapan yang rata-rata minta pengakuan tanpa menyertakan alasan yang jelas dan gak ada satupun yang bisa matahin teori gua. Mungkin gua harus mengkhususkan situs ini dengan status &#8220;HIGH IQ ONLY&#8221;.
Para komentator yang baik-baik ini kebanyakan hanya bisa mencak-mencak tanpa arti. Bung, teorema dilawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">BOSAN. Itulah yang gua rasa tiap kali buka situs gua. Banyak banget tanggapan yang rata-rata minta pengakuan tanpa menyertakan alasan yang jelas dan gak ada satupun yang bisa matahin teori gua. Mungkin gua harus mengkhususkan situs ini dengan status &#8220;HIGH IQ ONLY&#8221;.</p>
<p>Para komentator yang baik-baik ini kebanyakan hanya bisa mencak-mencak tanpa arti. Bung, teorema dilawan dengan teorema! Kalo cuma maki-maki doang, anjing juga bisa. Ya, unless you are dog, then that&#8217;s okay&#8230;</p>
<p>Daripada buntutnya panjang lagi, mendingan gua akui aja bahwa GAY ITU MANUSIA. Pertanyaan selanjutnya, terus gua dan orang-orang normal lainnya apa? Malaikat apa Tuhan? Kalo GAY, makhluk paling menjijikkan  gitu, MANUSIA masa gua juga ?!?!?! Kayaknya lebih pantas kalo pengakuan gua bunyinya seperti ini, &#8220;GAY ADALAH MANUSIA JIKA DAN HANYA JIKA SAYA ADALAH TUHAN&#8221;. Kalo gini kan aman, semua menang&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdulqohar.com/2008/11/25/ya-udah-lets-say-they-are-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Gay Bukan Manusia</title>
		<link>http://abdulqohar.com/2008/08/12/gay-bukan-manusia/</link>
		<comments>http://abdulqohar.com/2008/08/12/gay-bukan-manusia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 12 Aug 2008 14:57:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qoru</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Counter Sekular and Liberal]]></category>

		<category><![CDATA[asasi]]></category>

		<category><![CDATA[faggot]]></category>

		<category><![CDATA[gay]]></category>

		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>

		<category><![CDATA[hak]]></category>

		<category><![CDATA[HAM]]></category>

		<category><![CDATA[homo]]></category>

		<category><![CDATA[kodrat]]></category>

		<category><![CDATA[koruptor]]></category>

		<category><![CDATA[liberal]]></category>

		<category><![CDATA[manusia]]></category>

		<category><![CDATA[psikopat]]></category>

		<category><![CDATA[ryan]]></category>

		<category><![CDATA[sekuler]]></category>

		<category><![CDATA[sumbing]]></category>

		<category><![CDATA[tukang jagal]]></category>

		<category><![CDATA[ulil abshar abdilla]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdulqohar.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena Ryan Si Tukang Jagal sampai saat ini masih menghiasi media massa nasional. Berbagai cerita dan sisi lain dari Ryan selalu menjadi pembicaraan hangat. Mantan teman kencannya, psikopatnya, bahkan merk cutton bud yang selalu dipakainya dijamin akan menarik perhatian penonton. Tanpa disadari di balik kisah ini ada pihak-pihak yang membonceng. Paranormal ramai-ramai menganalisa sisi mistis [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="IN">Fenomena Ryan Si Tukang Jagal sampai saat ini masih menghiasi media massa nasional. Berbagai cerita dan sisi lain dari Ryan selalu menjadi pembicaraan hangat. Mantan teman kencannya, psikopatnya, bahkan merk <em>cutton bud</em> yang selalu dipakainya dijamin akan menarik perhatian penonton. Tanpa disadari di balik kisah ini ada pihak-pihak yang membonceng. Paranormal ramai-ramai menganalisa sisi mistis dari penjagalannya. Tapi itulah paranormal. Mereka akan selalu membonceng setiap peristiwa. Bahkan peristiwa <em>feces </em>nyembul dari lubang pantat pun bagi mereka memiliki sisi mistis di baliknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="IN">Yang paling jelas terlihat <em>pemboncengannya</em> adalah kaum yang telah memiliki sertifikat dan KTP Neraka jauh sebelum kiamat datang.</span><span id="more-27"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="IN">Ya, mereka adalah KAUM GAY, homoseksual, <em>faggot, animal, whatever you named it.</em> Seiring banyaknya tuduhan yang menggeneralisasi mereka sebagai kaum yang memiliki tingkat kecemburuan tertinggi, kaum ini ramai-ramai menampik, mengklarifikasi, sekaligus meminta pengakuan terhadap keberadaan mereka. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="IN">Jauh sebelum fenomena Ryan muncul ke permukaan, kaum yang frustasi terhadap seksualitas mereka ini sudah diakui keberaadaannya di negeri penjajah, Belanda. Atas nama Hak Asasi Manusia bersama dengan ganja dan prostitusi, gay mendapat perlindungan undang-undang. Hak Asasi ini berlaku juga untuk kebebasan beragama, selain Islam tentunya. Dalam beberapa tahun terakhir, kaum gay meminta pengakuan masyarakat Indonesia bahwa Gay Juga Manusia. (Yeah, right&#8230;). Proposal mereka ini tentu saja didukung oleh orang-orang liberal dan sekuler yang menginginkan TIDAK ADA PELARANGAN SAMA SEKALI. Tapi entah mengapa prinsip mereka tidak berlaku untuk pembunuhan. Jika mereka mau <em>istiqomah</em> seharusnya mereka membiarkan pembunuhan itu terjadi. Gus Dur&#8230; Gus Dur&#8230;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="IN">Haruskah kita mengakuinya? Mereka selalu mengatakan bahwa itu kodrat. Kita pun sering mendengar kata-kata seperti ini,</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="IN">“Kita tidak minta koq terlahir sebagai Homo.” Atau, </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="IN">“Ketika saya tidak memiliki nafsu terhadap wanita, maka saya shalat istikharah (minta petunjuk), dan <em>Volla, this is me.</em>”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="IN">Justru di situlah fungsi agama dan norma. Saya rasa tidak hanya Islam yang melarang homoseks. Kristen juga gitu, katolik juga gitu. “Kalau bicara kodrat, kodratnya laki-laki sama perempuan, <em>you Jackass!</em>” Keinginan kita yang menggebu-gebu dan tak tertahankan terhadap sesuatu tidak selamanya berarti kodrat. Saya memiliki hasrat besar untuk seks, apakah itu memberikan justifikasi bahwa saya boleh melakukannya di luar nikah? Ketika kita punya keinginan kuat untuk mencuri milik orang lain, apakah berarti kita boleh mencuri? Begitu juga ketika amarah kita memuncak dan ingin membunuh seseorang, bukan berarti kita BOLEH membunuh, kan? Jika semuanya kodrat, kenapa Ryan ditangkap? Toh itu juga hasrat dia. Di mana <a href="http://abdulqohar.com/2008/07/30/aliran-penyembah-babi/" target="_blank">orang-orang liberal dan sekuler</a> ketika Ryan dikurung? Seharusnya mereka membelanya, karena Ryan juga punya Hak Asasi untuk membunuh korbannya? Gimana Mr. Sumbing (Ulil Abshar Abdilla)?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="IN">Jika keberadaan kaum gay kita akui, saya rasa akan muncul proposal pengakuan dari komunitas lainnya. Komunitas Pencuri, Komunitas Koruptor, Aliansi Lonte, Forum Pembunuh, dan kelompok lainnya akan meminta pengakukan juga atas nama KEBEBASAN, HAK ASASI MANUSIA dan KODRAT.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="IN">“Saya gak pernah minta dilahirkan sebagai pembunuh.”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="IN">“Ketika saya gagal membeli mobil dengan jalan halal, maka saya melakukan korupsi. Saya pikir itulah jalan yang diberikan Tuhan kepada saya untuk mendapat rizkinya. Rezeki kan emang gak ke mana&#8230;”</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 27pt;"><span lang="IN">Sangat mirip dengan kata-kata tentang gay sebelumnya, kan? Gini, Gus, kalo gak bisa pake hati, pake otak. BINATANG doang yang gak bisa pake minimal salah satu dari hati dan otaknya. Kalo gak bisa liat pake mata satu (emang enak&#8230;) pake mata hati aja&#8230;<br />
</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdulqohar.com/2008/08/12/gay-bukan-manusia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Hak dan Kewajiban di Jalan</title>
		<link>http://abdulqohar.com/2008/08/09/hak-dan-kewajiban-di-jalan/</link>
		<comments>http://abdulqohar.com/2008/08/09/hak-dan-kewajiban-di-jalan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 10:01:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qoru</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Adab]]></category>

		<category><![CDATA[hak]]></category>

		<category><![CDATA[jalan]]></category>

		<category><![CDATA[kewajiban]]></category>

		<category><![CDATA[nongkrong]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdulqohar.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[Islam menetapkan berbagai tuntunan terkait dengan interaksi manusia, termasuk dalam mempergunakan jalan. Berikut beberapa adabnya.

Menghindari Nongkrong di Pinggir Jalan

Diriwayatkan Abu Said al-Khudri, Rasulullah SAW pernah menegur sahabat yang suka duduk-duduk di pinggir jalan. Beliau bersabda, “Jauhilah duduk-duduk di pinggir jalan. (Bukhari Muslim)

Menunaikan Hak-hak Jalanan.

Sabda Rasulullah SAW, “Berikanlah hak-hak jalanan.”
Para sahabat bertanya, “Apakah hak-hak jalanan itu?”
Rasul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="IN">Islam menetapkan berbagai tuntunan terkait dengan interaksi manusia, termasuk dalam mempergunakan jalan. Berikut beberapa adabnya.</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Menghindari Nongkrong di Pinggir Jalan</span></strong><span lang="IN"></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Diriwayatkan Abu Said al-Khudri, Rasulullah SAW pernah menegur sahabat yang suka duduk-duduk di pinggir jalan. Beliau bersabda, <em>“Jauhilah duduk-duduk di pinggir jalan. </em>(Bukhari Muslim)</span><span id="more-24"></span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Menunaikan Hak-hak Jalanan.</span></strong><span lang="IN"></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Sabda Rasulullah SAW, <em>“Berikanlah hak-hak jalanan.”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Para sahabat bertanya, <em>“Apakah hak-hak jalanan itu?”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Rasul menjawab, <em>“Tidak mengumbar pandangan, mencegah kerusakan, menyeru kepada kebaikan dan mencegah segala kemungkaran.”</em> (Bukhari Muslim)</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Menunjuki Orang yang Bertanya</span></strong><span lang="IN"></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Abu Hurairah meriwayatkan, Rasul SAW bersabda, <em>“Dan menunjuki jalan kepada seseorang adalah sedekah.”</em> (Bukhari)</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Menyingkirkan Duri</span></strong><span lang="IN"></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Dalam suatu riwayat disebutkan, ada seorang laki-laki yang tak pernah mengerjakan sebuah kebajikan sedikit pun, kecuali ia pernah menyingkirkan sepotong duri dari jalanan atau ia menghilangkan sepotong dahan pohon yang membahayakan orang lain. Dengannya Allah lalu memasukkannya ke dalam surga. (Bukhari)</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Tidak Membuang Hajat</span></strong><span lang="IN"></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Rasulullah SAW bersabda, <em>“Jauhilah dua perkara yang terlaknat!”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Para sahabat lalu bertanya, <em>“Apakah gerangan dua perbuatan terlaknat itu?”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><em><span lang="IN">“Orang yang membuang hajat di jalanan umum atau di tempat pemukiman penduduk,” </span></em><span lang="IN">jawab Rasul. (Muslim)</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Laki-laki Lebih Berhak Lewat di Tengah</span></strong><span lang="IN"></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Sepantasnya jika laki-laki berpapasan dengan wanita maka ia lebih berhak untuk lewat di tengah jalan. Adapun wanita, ia dianjurkan berjalan di pinggir. Diriwayatkan oleh Abu Sa’id<span> </span>al-Anshari RA, Rasul SAW pernah bersabda kepada para wanita, <em>“Perlambatlah jalan kalian terlebih dahulu. Sebab bukanlah hak-hak wanita memenuhi jalan tersebut. Hendaknya kalian berjalan di pinggir-pinggir jalan.”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Mendengar hal itu, para wanita langsung merapat ke dinding-dinding. Hingga saking rapatnya, seolah-olah pakaian mereka tergantung di dinding tersebut. (Abu Daud)</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Tidak Membahayakan Orang Lain</span></strong><span lang="IN"></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Ugal-ugalan tak hanya membahayakan diri sendiri. Orang lain pun bisa saja terkena akibatnya. Rasul SAW bersabda, <em>“(Dikatakan) seorang muslim jika kaum muslim lainnya selamat dari (bahaya) lisan dan tangannya.” </em>(Bukhari Muslim)</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Berhati-hati</span></strong><span lang="IN"></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Syariat Islam menganjurkan berhati-hati di jalan. Berjalan atau berkendaraan dengan tenang. Tidak mengemudi secara cepat dan tidak pula terlalu lambat. Firman Allah SWT, <em>“Dan sederhanakanlah dalam berjalan dan lunakkanlah suaramu. Sesungguhnya seburuk-buruk suara ialah suara keledai.” </em>(Luqman [31]: 19)</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Memberi Tumpangan kepada yang Lain</span></strong><span lang="IN"></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Rasulullah SAW bersabda, <em>“Setiap tulang itu memiliki kewajiban bersedekah setiap hari. Diantaranya, memberikan boncengan kepada orang lain di atas kenderaannya atau membantu mengangkatkan barang orang lain ke atas tunggangannya.” </em>(Bukhari)<em></em></span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Saling Memberi Salam jika Berpapasan</span></strong><span lang="IN"></span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Aturan memberi salam di sini adalah orang yang berkendaraan memulai salam kepada yang berjalan. Pejalan kaki kepada orang yang duduk. Anak-anak kepada orang yang lebih tua dan seterusnya. Sabda Rasul SAW, <em>“Hendaknya orang yang berkendaraan memberi salam kepada pejalan kaki, yang berjalan kepada orang yang duduk, jumlah yang sedikit kepada yang lebih banyak.” </em>(Bukhari Muslim)</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdulqohar.com/2008/08/09/hak-dan-kewajiban-di-jalan/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Adab di Pasar</title>
		<link>http://abdulqohar.com/2008/08/09/adab-di-pasar/</link>
		<comments>http://abdulqohar.com/2008/08/09/adab-di-pasar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2008 09:56:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qoru</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Adab]]></category>

		<category><![CDATA[pasar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdulqohar.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Islam banyak memberi tuntunan dan penjelasan berkaitan dengan pasar dan jual beli. Berikut beberapa etika yang berkaitan dengan keberadaan seseorang di pasar.

Berdoa Sebelum Masuk

“Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu al-mulku wa lahu al-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qodiir” (Shahih Ibnu Majah)

Bersih dari unsur-unsur haram seperti minuman     [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="IN">Islam banyak memberi tuntunan dan penjelasan berkaitan dengan pasar dan jual beli. Berikut beberapa etika yang berkaitan dengan keberadaan seseorang di pasar.</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Berdoa Sebelum Masuk</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><em><span lang="IN">“Laa ilaaha illallaah wahdahu laa syariika lahu al-mulku wa lahu al-hamdu yuhyii wa yumiitu wa huwa ‘alaa kulli syai’in qodiir” </span></em><span lang="IN">(Shahih Ibnu Majah)</span><span id="more-22"></span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Bersih dari unsur-unsur haram seperti minuman      keras, bangkai, dan sebagainya.</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Sabda Rasulullah SAW, <em>“Sesungguhnya allah mengharamkan jual beli khamar, bangkai, babi, dan patung berhala.” </em>(Bukhari Muslim)</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Berlaku Jujur dalam Setiap Muamalah</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Suatu hari Rasul mendapati tumpukan makanan di pasar. Beliau lalu memasukkan tangannya dan mendapatkan jarinya basah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Rasul berkata, <em>“Apakah ini wahai pemilik makanan?”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><em><span lang="IN">“Makanan itu telah kena percikan hujan,” </span></em><span lang="IN">jawabnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Rasul bersabda, <em>“Letakkanlah ia di bagian atas makanan sehingga pembeli dapat melihatnya. Barangsiapa yang menipu niscaya ia bukan golongan kami.”</em> (Tirmidzi).</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Tidak Curang dalam Menimbang</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><em><span lang="IN">“Celakalah orang-orang yang curang. (Yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dicukupkan. Dan apabila mereka menimbang (untuk) orang lain, mereka mengurangi takarannya.” </span></em><span lang="IN">(Al-Muthaffifiin [83]: 1-3).</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Tidak berteriak-teriak di Tengah Pasar</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Dalam kitab <em>Syamail Muhammadiyyah, </em>di antara sifat terpuji Rasulullah adalah beliau tak pernah melakukan perbuatan jelek dan tidak pula memiliki sikap keji, tidak berbuat gaduh (berteriak-teriak) di pasar, dan tidak membalas dengan kejelekan. Namun beliau bersikap toleran dan memberi maaf. (Aisyah ketika ditanya tentang akhlak Rasul).</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Senantiasa Memelihara Amanah dan Janji</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><em><span lang="IN">“Wahai orang-orang beriman, tunaikanlah janji-janji&#8230;” </span></em><span lang="IN">(Al-Maidah [5]: 1)</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Tak Mengumbar Sumpah dalam Berdagang</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Rasulullah SAW bersabda, <em>“Jauhilah banyak bersumpah dalam berdagang, sebab ia melariskan namun sekaligus menghilangkan (berkah).” </em>(Shahih Al-Albani).</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Menghindari Praktek Monopoli</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Diriwayatkan dari Ibnu Abbas, Rasulullah melarang sahabat mencegat para pedagang sebelum tiba di pasar. Sebab (boleh jadi) para pedagang tersebut tak mengetahui harga di pasar sedang mereka menjualnya dengan harga yang tinggi. (Bukhari Muslim)</span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Tidak Mempermainkan Harga</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><span lang="IN">Suatu hari masyarakat kota Madinah mengeluhkan kenaikan harga yang terus melonjak. Rasul lalu bersabda, <em>“Sesungguhnya (hak) Allah-lah menetapkan harga, Zat Yang Menyempitkan dan Melapangkan (sesuatu). Dan saya berdoa semoga (kelak) saya menemui Allah dan tiada seroang pun di antara kalian yang menuntutku akibat terzhalimi dalam masalah darah dan harta”.</em></span></p>
<ol style="margin-top: 0in;" type="1">
<li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span lang="IN">Tetap Menjaga Pandangan kepada Selain Mahram</span></strong></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left: 0.5in; text-align: justify;"><em><span lang="IN">“Katakanlah kepada laki-laki yang beriman agar mereka menjaga pandangannya&#8230;” </span></em><span lang="IN">(An-Nuur [24]: 30). Firman Allah, <em>“Dan katakanlah kepada wanita-wanita beriman agar mereka menjaga pandangannya&#8230;” </em>(An-Nuur [24]: 31).</span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdulqohar.com/2008/08/09/adab-di-pasar/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Aliran Penyembah BABI</title>
		<link>http://abdulqohar.com/2008/07/30/aliran-penyembah-babi/</link>
		<comments>http://abdulqohar.com/2008/07/30/aliran-penyembah-babi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jul 2008 11:43:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qoru</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Tips &amp; Trick]]></category>

		<category><![CDATA[Abdurrahman Wahid]]></category>

		<category><![CDATA[Adnan Buyung Nasution]]></category>

		<category><![CDATA[Agus Miftah]]></category>

		<category><![CDATA[AKKBB]]></category>

		<category><![CDATA[Al-Khinziriyyah]]></category>

		<category><![CDATA[Al-Masih]]></category>

		<category><![CDATA[babi]]></category>

		<category><![CDATA[FPI]]></category>

		<category><![CDATA[Gus Dur]]></category>

		<category><![CDATA[tips]]></category>

		<category><![CDATA[trick]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdulqohar.com/?p=16</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda seorang petualang ideologi, ingin dipuja dan diikuti serta dibela oleh banyak orang, maka Anda tepat berada di Indonesia. Berikut tips dan trik untuk membuat aliran/akidah baru. 


Carilah nama untuk aliran baru Anda. Terserah mau yang gamblang apa yang agak menipu. Misalnya, “Aliran Penyembah Babi”.


Susun 	pula sebuah Kitab Suci untuk agama baru ini. Lebih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="id-ID">Jika Anda seorang petualang ideologi, ingin dipuja dan diikuti serta dibela oleh banyak orang, maka Anda tepat berada di Indonesia. Berikut tip</span><span lang="id-ID">s dan trik untuk membuat aliran/akidah baru. </span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="id-ID" align="justify">Carilah nama untuk aliran baru Anda. Terserah mau yang gamblang apa yang agak menipu. Misalnya, “Aliran Penyembah Babi”.<span id="more-16"></span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="id-ID" align="justify">Susun 	pula sebuah Kitab Suci untuk agama baru ini. Lebih bagus lagi jika 	Anda puitis.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span lang="id-ID">Daulatlah 	diri Anda atau kakek buyut Anda atau siapa saja sebagai Nabi. Yang 	jelas selain Gus Dur (Abdurrahman Wahid). Sebab jika Anda menganggap 	Gus Dur sebagai Nabi berarti Anda menganggap saya sebagai Tuhan, 	karena jelas-jelas saya lebih baik dari seorang Gus Dur. Jangan lupa 	untuk menambahkan </span><span lang="id-ID">nama “Al-Masih” atau 	apa saja yang merujuk kepada Nabi Isa AS di belakang nama Sang Nabi 	baru, karena semua agama mengakui bahwa suatu saat Nabi Isa AS akan 	turun lagi ke bumi untuk memperbaiki manusia kembali.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span lang="id-ID">Katakan 	pada pengikut Anda bahwa Kitab Suci tersebut merupakan wahyu Tuhan 	yang diterima Sang Nabi lewat mimpi, atau ketika berada di gua, atau 	ketika berada di WC.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span lang="id-ID">Jangan 	takut soal pengikut. Krisis ekonomi yang melanda negeri ini sejak 	b</span><span lang="id-ID">ertahun-tahun lalu telah membuat 	masyarakat tak dapat berpikir logis. Dengan dana memadai, minimal 	sebungkus mie instant, Anda dapat menukarkan ideologi masyarakat 	dengan aliran baru Anda.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="id-ID" align="justify">Dompenglah 	salah satu agama yang diakui di Indonesia untuk menghindari aturan 	perundang-undangan yang hanya membolehkan lima agama saja. Jika Anda 	memilih Islam, karena merupakan agama terbesar, gunakan nama yang 	berbau arab pada agama Anda, misalnya “Al-Khinziriyyah” 	(pengikut babi) atau “Al-Khinzir Al-Islamiyyah”.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="id-ID" align="justify">Jika 	ditanya mengapa Anda punya kitab suci selain Al-Quran, jawablah itu 	hanya kumpulan mimpi.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="id-ID" align="justify">Jika 	ada yang mengungkit-ngungkit soal Nabi baru atau Nabi palsu, 	jawablah bahwa ia atau Anda hanyalah “pemberi kabar gembira”, 	bukan Nabi. Meskipun di hati Anda tetap seorang Nabi.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span lang="id-ID">Segeralah 	Anda datangi AKKBB untuk melindungi Anda dari kemarahan FPI. Tak 	perlu khawatir Anda akan ditanya seperti: “Kalau Anda Muslim, 	mengapa Anda menyembah babi? Bukankah itu bertentangan dengan 	Islam?” Atau ungkapan seperti: “Anda ini menodai Islam dan 	merusak akidah.” Mereka tak memiliki otak untuk membedakan mendoai 	suatu agama atau membuat agama baru.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="id-ID" align="justify">Kalaupun 	tetap ditanyai macam-macam, katakan bahwa Anda memiliki penafsiran 	yang berbeda terhadap suatu kebenaran dengan para ulama. Dijamin, 	jawaban tersebut sudah membuat mereka puas. Dalam pandangan mereka 	manusia tak boleh mengklaim dirinya yang paling benar walaupun Anda 	tiap hari jongkok-jongkok di hadapan babi.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" align="justify"><span lang="id-ID">Jangan 	lupa datangi juga ULAMA SESAT seperti Gus Dur dan Agus Miftah. 	Mereka memiliki preman yang cukup banyak, yang tentu saja bodoh dan 	miskin, yang rela mati untuk mereka. Datangi juga orang yang dekat 	dengan pemerintah seperti Adnan Buyung Nasution. Tampaknya beliau 	sudah bosan jadi alim. Pada era reformasi (1998) Anda dapat melihat 	tanda sujud di keningnya walaupun kulitnya sangat hitam. Mungkin 	karena kulitnya tambah hitam, tanda sujud tersebut sudah tidak 	terlihat lagi di keningnya. Satu lagi adalah penerus mendiang Nucholis Majid, Mr. Sumbing (Uli Abshar Abdilla). Empat orang ini memiliki pengaruh yang 	kuat dan PASTI akan membela Anda selama aliran yang Anda buat adalah 	sesat, atau Anda seorang liberalis, bahkan komunis. Yang jelas, 	selama Anda </span><span lang="id-ID"><em>nyeleneh</em></span><span lang="id-ID">, 	beliau-beliau inilah yang akan berada di belakang Anda.</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="id-ID" align="justify">Jika 	umat Islam kemudian marah dengan aliran Anda dan para ulama 	mengeluarkan fatwa sesat, tak perlu Anda merasa ketakutan. 	Sekelompok orang tadi akan membela Anda mati-matian. Bahkan ada yang 	rela tulang hidungnya patah demi membela Anda.</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="id-ID" align="justify">Orang 	sesat, mati. Orang yang tidak bertuhan, mati. Orang bertaqwa pun, 	mati. Yang perlu Anda khawatirkan adalah jika Anda mati. Sebab, 	neraka jahannam telah sangat tidak sabar untuk membakar tubuh Anda 	bersama pengikut dan pembela Anda. Yang jelas, Anda tidak akan masuk 	surga. Jika Anda yang sesat masuk surga, lalu tempat saya di mana? 	Masa’ di Arsy?????</p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom: 0in;" lang="id-ID" align="justify">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdulqohar.com/2008/07/30/aliran-penyembah-babi/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pemilu: &#8220;Lebarannya Kaum Miskin&#8221;</title>
		<link>http://abdulqohar.com/2008/07/23/pemilu-lebarannya-kaum-miskin/</link>
		<comments>http://abdulqohar.com/2008/07/23/pemilu-lebarannya-kaum-miskin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 16:52:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qoru</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Politics]]></category>

		<category><![CDATA[korupsi]]></category>

		<category><![CDATA[pemilu 2009]]></category>

		<category><![CDATA[politikus]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdulqohar.com/?p=12</guid>
		<description><![CDATA[Berbeda dengan yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, bahwasannya hari Jumat adalah hari rayanya orang miskin, di Indonesia justru Pemilulah yang merupakan hari raya kaum miskin.
Menjelang pemilu 2009, media massa dibanjiri oleh tokoh-tokoh yang murah senyum, dermawan, cerdas, dan sebagainya. Terlepas dari topeng atau asli, anehnya fenomena ini hanya muncul sekali dalam 5 tahun. Ke mana [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan yang disabdakan oleh Rasulullah SAW, bahwasannya hari Jumat adalah hari rayanya orang miskin, di Indonesia justru Pemilulah yang merupakan hari raya kaum miskin.</p>
<p style="text-align: justify;">Menjelang pemilu 2009, media massa dibanjiri oleh tokoh-tokoh yang murah senyum, dermawan, cerdas, dan sebagainya. Terlepas dari topeng atau asli, anehnya fenomena ini hanya muncul sekali dalam 5 tahun. Ke mana saja orang-orang ini sebelumnya dan setelah pemilu nanti hanya dia dan Allah yang tahu.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang beruntung justru kaum miskin. Pada saat-saat seperti ini mereka biasanya mendapat kucuran &#8220;rezeki&#8221; baik berupa makanan ataupun uang. Sehingga tidak salah jika saya menyebutnya &#8220;Lebarannya Kaum Miskin&#8221;. Dan tentu saja tidak diperlukan peramal handal untuk mengetahui nasib mereka setelah pemilu selesai.</p>
<p style="text-align: justify;">Seandainya Pemilu di Indonesia diselenggarakan setiap tahun, rakyat kecil pasti bahagia terus. Walaupun sudah jelas niat dari tokoh-tokoh ini. Mereka adalah orang Indonesia, sama seperti saya. Mereka tidak akan ikhlas membelanjakan harta mereka tanpa ada imbalan balik. Ya, korupsi itulah pelampiasan dari tujuan untuk &#8220;balik modal&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdulqohar.com/2008/07/23/pemilu-lebarannya-kaum-miskin/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Repotnya Punya &#8220;Rumah&#8221; Sendiri</title>
		<link>http://abdulqohar.com/2008/07/23/repotnya-punya-rumah-sendiri/</link>
		<comments>http://abdulqohar.com/2008/07/23/repotnya-punya-rumah-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 16:07:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qoru</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[About Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdulqohar.com/?p=8</guid>
		<description><![CDATA[Setelah mendapat hadiah ultah dari Syamsu berupa domain gratis, aing malah sibuk bolak-balik warnet. Smuanya hanya untuk ngurusin desain. Kalo dulu masih nebeng di wordpress sembarang theme bisa dipake. Skarang harus dipersonalisasi lagi, biar keliatan bener2 milik pribadi.
Enaknya, gak harus pusing lagi ama servernya wordpress yang biasanya down. Udah gitu pede ngenalin blog ke orang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah mendapat hadiah ultah dari Syamsu berupa domain gratis, aing malah sibuk bolak-balik warnet. Smuanya hanya untuk ngurusin desain. Kalo dulu masih nebeng di wordpress sembarang theme bisa dipake. Skarang harus dipersonalisasi lagi, biar keliatan bener2 milik pribadi.</p>
<p>Enaknya, gak harus pusing lagi ama servernya wordpress yang biasanya down. Udah gitu pede ngenalin blog ke orang lain. Cuma, punya rumah sendiri kudu rajin berbenah.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdulqohar.com/2008/07/23/repotnya-punya-rumah-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Preambule</title>
		<link>http://abdulqohar.com/2008/07/23/preambule/</link>
		<comments>http://abdulqohar.com/2008/07/23/preambule/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Jul 2008 04:23:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Qoru</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[About Blogs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://abdulqohar.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Finally I have my own domain. Then, I won&#8217;t wait longer just for responses of wordpress&#8217;s server. And also I can built my own design.
Thank&#8217;s to Syamsu for made this possible. Free pula&#8230;
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Finally I have my own domain. Then, I won&#8217;t wait longer just for responses of wordpress&#8217;s server. And also I can built my own design.</p>
<p>Thank&#8217;s to <a href="http://syamsu.com" target="_blank">S</a><a href="http://syamsu.com" target="_blank">yamsu</a> for made this possible. Free pula&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://abdulqohar.com/2008/07/23/preambule/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>
